BOGOR - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus gencar menggalakan program KB dengan menyediakan mobil KB yang bisa melayani vasektomi.
Sekertaris Utama BKKBN, Sudibyo Alimoeso mengatakan setiap mobil pelayanan KB keliling yang didesain untuk kabupaten atau kota sudah cukup untuk melayani pasang IUD, implan dan khususnya vasektomi.
"Vasektomi ini bisa dilakukan disetiap mobil keliling sepanjang dokter yang melakukan sudah ahli karena proses ini butuh keahlian atau keterampilan dan tidak perlu anestesi seperti perempuan," ucapnya di Rumah Jambuluwuk, Tapos, Ciawi, Jawa Barat, Rabu (2/11/2011)
Namun, Sudibyo menjelaskan mobil ini tidak bisa melayani tubektomi karena pada proses ini butuh anestesi sehingga memerlukan ruang pemulihan, sehingga dianjurkan tidak dilayani untuk menjaga kualitasnya.
"Saat ini sudah ada sekitar 40 persen dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia memiliki mobil pelayanan KB yang bisa melayani vasektomi, dan program ini sudah ada sejak 2009," tambahnya
Untuk menyukseskan program vasektomi, lanjut Sudibyo, tidak hanya tergantung pada penyediaan mobil KB keliling, melainkan tergantung pada dari animo masyarakat, Untuk itu mendekatkan motivasi adalah tugas penting, seperti peran ulama.
Selain animo dan kesadaran akan pentingnya program vasektomi yang tinggi, menurut Sudibyo, testimoni atau pengakuan dari orang yang penah melakukan vasektomi sangatlah penting untuk mensukseskan program tersebut.
"Orang yang pernah melakukan vasektomi juga bisa menjadi motivator seperti memberikan testimoni untuk menjelaskan bahwa rumor-rumor mengenai vasektomi itu tidak benar. Dan kadang ada istri yang tidak mengijinkan suaminya melakukan vasektomi sehingga lebih baik ia yang berkorban untuk melakukan KB," tambahnya
Prosedur vasektomi sangat sederhana, bahkan disebut-sebut lebih ringan dibandingkan sunat. Operasi ini hanya melibatkan sayatan kecil di kantung buah zakar serta pemotongan vas deferens atau saluran sperma yang hanya memakan waktu paling lama 10 menit.
Setelah vasektomi biasanya disarankan untuk beristirahat atau membatasi aktivitas fisik dalam waktu 1-2 hari, menjaga luka bekas operasi agar tidak basah atau kotor, mengonsumsi obat jika diberikan serta datang ke klinik 1 minggu kemudian untuk kontrol.
(amr)
Sumber:
OKEZONE