BKKBN - Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng satu lagi lembaga keagamaan dan kemasyarakatan yakni Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) untuk memperkuat upaya pelaksaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Hal itu diwujudkan melalui kerjasama antara kedua belah pihak. Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarief, MPA dan Ketua Umum BKMT Prof Dr Tuty Alawiyah telah menandatangani nota kepahaman (MoU) di Kampus Universitas As-Syafi'iyah, di Jalan Jatiwaringin Raya, Bekasi, Minggu (22/1/2012). Penandatanganan itu disaksikan oleh pengurus BKMT seluruh Indonesia yang sedang melaksanakan Rakernas BKMT.
"Organisasi majelis taklim ini sangat besar sekali bahkan sampai di tingkat RT pun ada. Jadi potensinya sangat besar sekali dalam mendukung program kependudukan dan KB. Program KB sekarang ini tidak hanya memasang kontrasepsi saja, tetapi lebih luas lagi," kata Sugiri didampingi Sekretaris Utama BKKBN Subagyo.
Nantinya, kata Sugiri, BKMT bisa mendata anggotanya apakah sudah ber-KB atau belum ber-KB, siapa saja yang mengalami kesulitan masalah ekonominya. "BKMT berupaya memperbaiki nasib mereka. Jika ada yang hamil ya disarankan untuk memeriksakan kehamilannya, yang belum ber-KB dimotivasi untuk ber-KB," ujarnya.
Salah satu kegiatan yang segera dilakukan adalah melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) bagi para pengelola/pengurus majelis taklim, para ustadz dan ustadzah, dan aktivis majelis taklim.
"Jadi MoU ini mendorong untuk mewujudkan seluruh rakyat lebih sejahtera. Tahun 2012 ini BKMT akan bergerak. Program KB tidak hanya memasang kontrasepsi saja, tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan ibu," kata Sugiri.
Sugiri merasa yakin dengan potensi yang dimiliki BKMT yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, dapat memberikan kontribusi yang luar biasa sebagai upaya pencerahan soal pentingnya memecahkan masalah kependudukan melalui program KKB kepada anggota BKMT dan umat pada umumnya.
Ketua Umum BKMT Prof Dr Tuty Alawiyah mengatakan, pada saat BKMT berdiri tanggal 1 Januari 1981 memiliki anggota sebanyak 730 majelis taklim, kini anggotanya sudah 11.000 lebih majelis taklim dengan massa sekitar 48.000. "Lebih dari 200 mualaf dari Papua sudah bergabung, bahkan para mualaf ini banyak yang menjadi pengurus majelis taklim," kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.
Kegiatan BKMT awalnya bertujuan meningkatkan SDM, merapikan materi pengajaran, dan pemahaman organisasi. Kemudian berkembang di bidang dakwah, kegiatan sosial, peningkatan ekonomi perempuan, dan bidang kesehatan. "BKMT mengutamakan untuk memberdayakan umat dan memperkuat akhlak bangsa. Kami juga memperhatikan pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, menuju Indonesia yang bermartabat," paparnya.
BKMT juga sudah memiliki koperasi jemaah, tabungan sejahtera (TAS), dan Perhimpunan Usaha Wanita (Puspita). Oleh karena itu, Tuty yang didukung seluruh pengurus BKMT menyatakan sangatlah tepat BKKBN menggandeng BKMT karena mempunyai misi yang sama dengan BKKBN yakni ingin meningkatkan kualitas penduduk Indonesia dan menyejahterakan rakyat melalui keluarga kecil bahagia sejahtera. "Sebuah ayat menyebutkan khawatirlah kamu, meninggalkan keturunan-keturunan yang lemah," kata Tuty.
Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Dr Sudibyo Alimoeso mengatakan, MoU ini akan segera diberitahukan kepada BKKBN Provinsi. "Jika sudah menemukan program yang tepat, maka nanti DAK (dana alokasi khusus) di kabupaten/kota diarahkan salah satunya untuk mengerjakan yang berkaitan dengan MoU ini," ujarnya.
Misalnya, setelah keluarga itu ikut KB, maka kesejahteraan keluarga juga harus diperhatikan. Dalam pemberdayaan ekonomi keluarga itu, antara lain memberikan dukungan alat-alat sebagai penunjang usahanya. Atau alat-alat edukatif, bisa juga untuk sarana PIK (Pusat Informasi dan Konseling) Remaja.
"Karena organisasi ini besar seperti PKK, bisa juga nanti ada kegiatan satuan gerak kesehatan KB BKMT. Seperti tadi dikatakan Pak Kepala (Kepala BKBN Sugiri Syarief - red) kita akan jajaki itu, dan harapan kami, MoU ini segera direalisasi dengan aksi di lapangan," kata Sudibyo.(kkb-1)