Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > BKKBN Berpartisipasi dalam EKN II
BKKBN Berpartisipasi dalam EKN II
Friday, December 16, 2011
BkkbnOnline JAKARTA -- Kegiatan Ekspedisi Kesra Nasional II mendapat dukungan penuh kementerian dan lembaga pemerintah, termasuk Badan Kependuduan Keluarga Berencana Nasional.
 
Hal itu dikemukakan oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono saat melepas Ekspedisi Kesra Nusantara (EKN) tahap II di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara Kamis (15/12).
 
Dalam upacara pelepasan ini Menko Kesra antara lain didampingi Menteri Sosial Salim Segaf al Jufrie, dan Mendikbud M Nuh, dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.
 
Dalam kesempatan ini Menko Kesra mengemukakan tiga pokok kegiatan EKN, yaitu bantuan sosial berupa pemberian alat-alat pendidikan, buku-buku pelajaran, buku agama, kitab suci, alat kesehatan -termasuk alat kontrasepsi untuk keluarga berencana; peta ataupun atlas.
 
Juga kegiatan pasar murah, yaitu menjual bahan pokok berupa beras dan gula pasir kepada masyarakat dengan harga sangat murah. Kemudian penyuluhan ataupun sosialisasi dan hiburan.
 
EKN telah dilakukan dua tahap. tahap pertama digelar pada Agustus lalu. Ini sengaja dilaksanakan menjelang Idul Fitri. Tahap II menjelang Natal dan Tahun Baru, yakni 15-25 Desember.
 
EKN I memberikan bantuan kepada masyarakat di sembilan pulau (Manggar, Karimata, Tambelan, Ranai, Laut, Tarempa, Kemaja, Lingga dan di Pangkal Pinang.
 
Adapun bahan pokok yang dijual berupa 30 ton beras dan 23 ton gula pasir, harganya 'hanya' Rp 470 juta.
 
Pada EKN II meliputi tiga pulau (Pagai Utara, Pagai Selatan di Sumatera Barat, dan Enggano du Bengkulu).
 
Untuk ketiga pulau ini bantuannya lebih banyak dan beragam karena berrasal dari 'dana sosial' BUMN senilai Rp 942 juta yang dibelikan 94 ton beras dan 19 ton gula pasir.
 
EKN ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat karena pada umumnya harga-harga bahan kebutuhan pokok pada hari raya tersebut lebih mahal katimbang hari-hari biasa.
 
Pulau-pulau luar
 
Dalam kesempatan ini Menko Kesra mengemukakan Indonesia memiliki sekitar 17.500 pulau dan 92 diantaranya dikategorikan sebagai pulau terluar yang berbatsan dengan negara tetangga Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Vietnam, Filipina, Palau, Australia dan Timor Leste.
 
Pulau-pulau tersebut sangat strategis keberadaannya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Mengingtat keberadaannya yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, diperlukan pemberdayaan bagi masyarakat setempat, meski belum bisa menjangkau semuanya.
 
Dari laporan EKN I dan EKN II, ternyata upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di pulau-pulau terpencil dan terluar mendapat sambutan positif dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, SIKIB, dunia usaha dan masyarakat.
 
"Berbagai program dan kegiatan yang ada di berbagai instansi dan berbagai pihak tersebut bila dikoordinasikan dan disinerjikan pelaksanaannya ternyata memberikan hasil lebih baik jika dibandingkan dilakukan hanya oleh masing-masing instansi atau institusi," tambahnya.
 
Dalam kesempatan ini Menko Kesra juga mengharapkan agar kegiatan ini hanya sebatas memberikan 'ikan' dan bukannya 'kail' atau 'perahu' yang dapat berkeanjutan.
 
Agung memberikan contoh bila suatu pulau tidak memiliki sambungan listrik, karena ditemukan sumbr daya air, peluang ini ditawarkan kepada PLN untuk membangun mikrohidro atau minihidro. (h)