BKKBN Online - Jakarta - Setelah memasuki masa pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS), para pensiunan masih dapat mengabdikan diri untuk bangsa dan negara Indonesia melalui organisasinya, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).
PWRI masa bakti 2011-2016 di bawah kemimpinan Prof Dr Haryono Suyono, telah menyusun program-program umum dan khusus. Antara lain, para anggota PWRI secara aktif mengikuti Gerakan Nasional Lansia Peduli, membangun pos-pos pemberdayaan keluarga, dan mengembangkan wahana pendidikan anak usia dini (PAUD) di rumah-rumah sendiri di tingkat RT/RW.
"Para lansia, kita beri kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam pembangunan. Bagi pensiunan pegawai, yang dulunya selalu pergi ke kantor, sekarang bisa mengajari orang untuk pergi ke kantor, mengurus KTP, atau surat-surat lainnya. Artinya, apa saja bisa dilakukan para pensiunan, sekecil apa pun pengetahuan yang diberikan kepada orang lain, itu sangat berguna," kata Ketua Umum PWRI Prof Haryono Suyono, Sabtu (4/2).
Segenap pengurus PWRI yang selama ini menjadi abdi negara dan abdi masyarakat, setelah pensiun tetap berjuang bersama rakyat banyak, dengan melaksanakan Tri Dharma Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
PWRI juga segera merealisasi berdirinya "Silver College" yaitu pendidikan dan pelatihan bagi para calon-calon pensiunan yang rambutnya sudah mulai memutih. Para wredatama seolah memasuki kembali bangku kuliah, mengikuti pelatihan keterampilan, wirausaha, menggali kembali budaya lokal yang hampir "tenggelam", maupun berbaur kembali dalam lingkungan sosial. "Ini persiapan untuk mengabdi di masa kedua atau setelah pensiun," kata Haryono.
Sementara itu deputi KS PK bkkbn DR Sudibyo Alimoeso ditempat lain saat di konfirmasi menegaskan bahwa pembinaa keluarga lansia seperti yg dilakukab PWRI merupakan contoh implementasi upaya mewujudkan keluarga sejahtera sebagai salah satu program yg di usung bkkbn,karena dengan semakin baiknya angka harapan hidup, maka angka lansia yg produktif semakin bertambah banyak. (kkb2)