Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Keluarga Kecil Pandangan Hidup Baru Warga Jakarta
 Keluarga Kecil Pandangan Hidup Baru Warga Jakarta
Thursday, December 15, 2011
JAKARTA: Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera yang selama ini menjadi icon program KB nasional diharapkan menjadi pandangan hidup baru bagi warga DKI Jakarta.
 
“Dengan demi pandangan masyarakat kota Jakarta terhadap nilai anak, keluarga dengan jumlah anak tidak terbatas menjadi ciri masyarakat Jaklarta masa lalu,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Jakarta, Rabu 914/12).
 
Hal i tu dikemukakan Gubernur DKI Jakarta usai menerima anugerah penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI yangn disematkan oleh Kepala BKKBN Sugiri Syarief atas nama Presiden.
 
Bersamaan dengan acara yang dihadiri sekitar 5.000 orang ini, juga digelar  Temu Akbar Pengelola Program Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta.
 
Menurut  Fauzi Bowo, masa depan masyarakat Jakarta diharapkan menjadi individu yang agamis, dan keluarga yang memiliki wawasan masa depan, mandiri dan dengan jumlah anak terbatas.
 
Dikemukakan, Jakarta saat ini dihuni oleh 9,6 juta penduduk dengan kepadatan rata-ratas 14 ribuan orang per kilometer persegi. Bahkan pada konsentrasi permukimasn tertentu kepadatannya bisa mencapai 40 ribuan jiwa per Km2.
 
“Pada siang hari diperkirakan 11 juta orang berada di Jakarta, karena adanya penduduk ulang-alik atau komuter dariBodetabek yang melakukan aktivitas di Jakarta,” katanya.
 
Fauzi menegaskan kondisi dan pertumbuhan penduduk di Jakarta perlu dikendalikan, karena daya dukung infrastruktur, prasarana dan sarana permukiman dan ruang yang terbatas.
 
Dia menambahkan bahwa dalam RPJMD 2007-2012 Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kebijakan pengendalian jumlah penduduk antara lain melaluin program KB.
 
Targetnya, kata Fauzi Bowo, mempertahankan angka kelahiran total, memaksimalkan akses kualitas pelayanan KB, meningkatkan aksesm informasi dan kualitaqs pelayanan bagi individu dan kelaurga, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
 
Dalam kesempatan ini Gubernur DKI menjelaskan bahwa penanganan program KB di DKI Jakarta telah menetapkan Peraturan Gubernur No 162/2010 tentang pelayanan KB. 
 
Pada 2011 BKKBN telah mencanangkan tujuh jutaan peserta KB baru dan DKI Jakarta mendpatkan target sebanyak 441 ribuan . “Dan kebetulan hingga Oktober 2011 telah tercapai 454 ribuan akseptor baru atau melampaui target, yakni 102 persen,” katanya.
 
Untuk mencapai target peserta KB baru, berbagai cara dan upaya telahb dilakukan, misalnya pemanfaatan seluruh fasilitas dan sarana layanan kesehatan disiapkan menjadin sentra layanan KB gratis.
 
“Ini meliputi Puskesmas kecamatan maupun kelurahan, rumah sakit umum daerah, rumah sakit milik TNI dan Polri dan rumah sakit swasta yang dilandasi kerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perenmpuan dan KB DKI Jakarta,”: katanya,
 
Dengan demikian, tambah Fauzi, penyelenggaraan program kependudukan dan KB di DKI Jakarta telah mampu memberikan kontribusi positif terhadpap pencapaian program KB pada skala nasional.
 
Selain itu, untuk membina ketahanan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga telah dilakukan peningkatan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), sebagai salah satu wadah kesertaasn KB dan pembinaan pendidikan anak usia dini (PAUD).
 
Kehadiran kelompok-kelompok BKB ini telah mendapat apresiasi dan perhatian dari pengelola program pada tingkat nasional.
 
“Bahkan BKB PAUD Melati RW 12 Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara masuk nominasi enam terbaik yang dipilih lebih dari 70 ribuan kelompok BKB se Indonesia,” kastanya. (H)