Page Content
(OkeZone) KUPANG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief menyatakan Indonesia akan bersiap untuk mengatasi ledakan penduduk dunia, yang telah mencapai 7 miliar jiwa per 31 Oktober lalu.
"Hal ini sebuah warning, dalam 13 tahun terakhir ini, penduduk dunia bertambah 1 miliar jiwa," katanya saat kuliah umum di Kampus Universitas Kristen Widya Mandiri (Unira), Kota Lama, Kupang, NTT, Senin (21/11/2011).
Berdasarkan data yang ada, lanjut Sugiri, laju penduduk Indonesia dari tahun 1990 ke tahun 2000 hanya 1,24 persen, dari tahun 2000 sampai tahun 2010 menjadi 1,49 persen ada penambahan sekitar 0,25 persen.
"Dengan jumlah 241 jiwa Indonesia berada di peringkat empat dari negara yang rakyatnya terbanyak," terangnya.
Untuk mengatasi masalah ini, ada dua indikator yang dapat dipakai di Indonesia, menunda menikah sampai diatas umur 20 tahun, dan merencanakan mempunyai anak dengan jarak 4 sampai 5 tahun. "Namun untuk tetap mengatur ini semua, kami menganjurkan untuk memakai alat kontrasepsi setiap kali berhubungan,"tambahnya.
Lebih jauh, Sugiri mengatakan perencanaan mempunyai anak dengan jarak 3 tahun memang baik, namun itu harus dipikirkan lagi dengan alasan faktor ekonomi. "Contoh bila jarak anak hanya 3 tahun, anak pertama masuk SMA anak kedua pasti akan masuk SMP, sehingga perlu biaya besar," tambahnya.
(ful)