Negoisasi yang berasal dari kata latin “ Negotior “ atau yang mempunyai makna sebagai tindakan berunding adalah salah satu taktik dan strategi yang digunakan dalam melakukan advokasi, sebetulnya ada beberapa tehnik lain yang dapat dilakukan dalam advokasi ini , namun tehnik negoisasi adalah kompromi yang paling baik pada era ini.
Negosiasi biasanya digunakan dalam upaya membantu untuk mengembangkan solusi yang saling menguntungkan dalam situasi konflik.. Dan ini dilakukan dalam upaya menyatukan pendapat, pandangan serta berbedaan-perbedaan terhadap suatu tugas, suatu keputusan atau suatu pekerjaan yang harus diselesaikan dan dikerjakan bersama dengan melalui pertukaran konsesi atau kemudahan.
Dalam pelaksanaan program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana tehnik ini penting untuk dilakukan. Mengingat bahwa untuk "Tercapainya penduduk tumbuh seimbang (PTS)" yang ditandai dengan "Terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk serta tercapainya Total Fertility Rate(TFR) menjadi 2,1 dan Net Reproductive Rate (NRR) menjadi 1 anak per wanita" , akan banyak memerlukan komitmen dan dukungan yang kuat dari seluruh elemen bangsa di seluruh tingkatan wilayah. Hal ini tentu harus dilakukan, karena hampir semua kegiatan program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana selalu akan melibatkan dan memerlukan partisipasi aktif dari berbagai lembaga, instansi dan komponen masyarakat yang lainnya, dan konsekwensinya adalah; SDM pengelola program Kependudukan dan KB harus mempunyai kemampuan dan kepiawian dalam melakukan negoisasi tersebut.
Hambatan dalam melakukan negoisasi ini tentu ada dan kebanyakan justru muncul dari diri kita sendiri , diantaranya ; rasa takut dicurangi ; takut hubungan menjadi buruk; takut negoisasi tidak berhasil dan lain sebagainya. Oleh sebab itu untuk dapat melakukan negosiasi dengan baik, maka diperlukan langkah-langkah yang tepat dan sesuai. Ada tujuh langkah negoisasi yang dihasilkan dari pengalaman berbagai pihak diantaranya dikumpulkan oleh ” KEHRER ” pada tahun 2002, antara lain yaitu:(1 Melakukan Persiapan;(2) Memperhatikan Ketepatan Waktu; (3) Meninggalkan Jauh-Jauh Ego pribadi; (4) Lancarkan Ketrampilan Mendengarkan,;(5)Trampil Bertanya; (6) Antisipasi Kompromi; (7) Tutup dengan Konfirmasi Karena negoisasi bukan sekedar pengetahuan tetapi sebuah tehnik dan sebuah ketrampilan, maka kemampuan tersebut tentu hanya dapat dimiliki dengan selalu melatih diri , mencoba dan mempraktekkannya. (Art. S )