Page Content
Bina Keluarga Remaja atau BKR adalah salah
satu program kegiatan dalam Program Kependudukan
dan KB, yang dilakukan dalam upaya untuk terwujudnya keluarga yang
berkualitas dan sejahtera melalui peningkatan ketahanan keluarga. Dengan tujuan yaitu
untuk meningkatkan kepedulian kesadaran dan tanggungjawab orang tua terhadap kewajibannya membimbing, meningkatkan pengetahuan serta kesadaran anak dan remaja dalam pemahamannya tentang tumbuh kembang fisik dan non fisiknya.
Mengapa orang tua perlu memahami pertumbuhan dan
perkembangan anak remaja ?.
Hal tersebut tentu harus dilakukan agar orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengarahkan perkembangan anak remajanya. Pertumbuhan itu mempunyai arti sebagai suatu tahap perubahan tentang
perubahan fisik, sedangkan perkembangan adalah tahapan perubahan pada sisi moral Orang tua harus faham pada masa-masa ini, biasanya masa ini disebut masa transisi dari anak menuju
dewasa atau “ masa remaja”, yang biasanya dimulai ketika anak secara seksual menjadi
matang. Menurut G.Stanley Hallmasa transisi ini juga biasa
disebut masa “adolesen” yaitu masa transisi dari rasa ” tertekan dan bergelora” atau ”Storm and Stress ”. dan masa ini adalah masa remaja yang berorientasi pada upaya untuk penemuan suatu identitas diri.
Pada masa remaja akan terjadi banyak perubahan, antara lain perubahan pada fisik, emosi dan perilakunya. Perilaku mereka kadang tidak stabil, keinginann dan kemauannya juga sering sulit ditebak, sering punya keinginan yang tidak realistis, selalu ingin mencoba hal baru yang ditemui, , dan biasanya sudah mulai muncul masalah-masalah yang harus di hadapi, selain itu minat terhadap seks juga sudah mulai muncul, dan yang sangat dominan adalah rasa keingintahuan yang besar terhadap segala informasi yang berhubungan dengan seksualitas, khususnya yang menyangkut tentang kesehatan reproduksi remaja, misalnya tentang mimpi basah, menstruasi, ejakulasi, tentang hubungan laki-laki dan perempuan, tentang terjadinya kehamilan serta berbagai penyakit menular seksual lainnya, dan dari semua yang ingin diketahui kebanyakan sumber informasi yang didapatkan bukan berasal dari lingkungan keluarga/orang tua,
tetapi banyak diantaranya yang didapatkan dari sumber lain yang kemungkinan dapat menyesatkannya diantaranya berasal dari buku, dari teman, dari gambar-gambar , dari film, VCD, situs internet, bahkan
kadang dengan cara mencoba.
Oleh sebab itu agar orang tua bisa menjadi pusat informasi dan tempat bertanya serta tempat rujukan bagi remaja , maka wajib bagi orang tua untuk memahami, mendampingi dan berperan aktif pada masa pertumbuhan dan perkembangan remajanya, sekaligus juga harus dapat membangun komunikasi yang baik dan bersahabat dengannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar orang tua
dapat mendampingi anak remajanya dengan baik diantaranya yaitu selalu bersikap terbuka dan jujur terhadap anak, selalu membangun suasana komunikasi yang santai, tidak terlalu banyak menuntut pada anak, memahami kondisi anak, selalu berupaya membantu memecahkan masalah anak, dan yang tidak kalah penting adalah memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang berbagai hal yang menyangkut tentang remaja.
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tersebut, salah satu wahana yang dapat digunakan oleh
orang tua dan keluarga remaja adalah melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR), selain dapat menimba pengetahuan tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan remaja, di dalam kegiatan tersebut juga dapat menjadi tempat berbagi pengalaman untuk menambah wawasan orang tua dalam upaya melindungi anak remaja dari berbagai pengaruh yang ada, dan selanjutnya dengan kemampuan dan peran aktif orang tua dalam membina tumbuh kembang anak remaja, diharapkan nantinya akan terbentuk remaja-remaja
yang berkualitas yang pada akhirnya mereka akan menjadi SDM yang bermanfaat bagi kemajuan bangsadan negara.(Art. S)