Navigate Up
Sign In
BKKBN > Artikel > BKKBN dan Pemerintah Kabupaten MorowaliMembangun Komitmen Revitalisasi Program KB
BKKBN dan Pemerintah Kabupaten MorowaliMembangun Komitmen Revitalisasi Program KB
Friday, January 27, 2012
|
Bungku, BKKBNSulteng. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR. Dr. Sugiri Syarif, MPA., membuka secara resmi pertemuan Temu Kader Institusi Masyarakat Pedesaaan (IMP), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Posyandu serta Bhakti Sosial TNI dan KB Kesehatan di Kabupaten Morowali, sabtu (21/1).
Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. Lutfi Andi Mufti, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Sudarto, SH, M. Hum, beserta isteri,  Bupati Kabupaten Morowali, Drs. Anwar Hafid, M.Si, beserta isteri, Wakil Bupati Kabupaten Morowali beserta isteri, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Hj. Rostiawaty Arhus, MM, Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf. Muslimin Akib, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat (Toga/Toma) dan rombongan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Kabupaten Morowali, serta unsur Forum Pimpinan Daerah se Kabupaten Morowali.
Dalam sambutannya, Anwar mengungkapkan bahwa terjadi salah persepsi di tengah masyarakat yang mengidentikkan program KB adalah program rezim orde baru (sehingga tidak cocok lagi di era reformasi-red), “perlu disadari bahwa program KB bukanlah produk orde baru, melainkan program produk kemanusiaan yang harus kita galakkan terus selama manusia masih berada di bumi ini” katanya.
 
 Anwar melanjutkan, kegiatan ini adalah kebanggaan pemerintah Kabupaten Morowali khususnya para kader karena dihadiri langsung oleh Kepala BKKBN, dan usaha dari pemerintah pusat yang tidak pernah surut dalam terus mengupayakan kesuksesan program KB.
Panglima Kodam VII Wirabuana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Komando Distrik Militer Kodim 1307/Poso, Letkol. Inf. Bobby Prabowo, mengungkapkan BKKBN, TNI harus terus membangun kerjasama kegiatan Bhakti Sosial ini. ”Bhakti Sosial TNI-KB-Kes adalah bentuk kepedulian dan perhatian kita semua dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi berbagai masyarakat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang belum mampu yang ada di Kabupaten Morowali” imbuh Bobby. 
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Sudarto, SH, M.Hum, dalam membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah, menyambut gembira atas terselenggaranya kegiatan temu kader ini.”Semoga ajang Temu Kader ini dapat dipakai sebagai wahana silaturahmi kita semua yang terlibat dalam proses kegiatan, sehingga dapat saling membantu, mengisi, memberi informasi satu sama lain. Sehingga diharapkan pada akhir pertemuan ini, ada buah manfaat bagi diri pribadi kader, maupun bermanfaat untuk pengembangan program” harap Sudarto. 
Sudarto juga memohon kepada para Kepala SKPD Teknis terkait agar lebih intens lagi dalam membina para kader-kadernya dilini lapangan, yang mengarah pada upaya pemberdayaan perempuan dan dikoordinasikan dengan TP PKK setempat, seperti, kegiatan kelompok BKB, BKR, BKL, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, dan IMP.
Pemerintah beserta seluruh jajaran BKKBN, memiliki program yang sangat tepat dalam upaya peningkatan sumber daya manusia, yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi penerus kita 20-30 tahun mendatang. “Program Ketahanan Keluarga juga menjadi prioritas di BKKBN disamping pelayanan KB yang paripurna, demi menjaga kesehatan ibu dan anak.” Sudarto menambahkan.
Sementara itu, Kepala BKKBN, DR. Dr. Sugiri Syarif, MPA, yang didaulat membuka pertemuan temu kader ini menandaskan, rasa terima kasihnya atas komitmen yang dibangun oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Bupati Morowali untuk terus melanjutkan dan memperkuat program KB didaerahnya. “Semangat ini (revitalisasi program KB-red) harus diteruskan dan dikembangkan sehingga program nanti akan sukses pada tahun-tahun yang akan datang” harap Sugiri.
Pada acara jumpa pers, Sugiri menjelaskan arti revitalisasi (dihidupkan kembali-red) program KB yang selama ini di dengung-dengungkan yakni terjadinya kemerosotan pelaksanaan kegiatan yang bersinggungan langsung dengan program KB tersebut. Olehnya, “Ada 2 komponen yang harus di revitalisasi yakni, Suplay dan demand.”
“Suplay, menyangkut semua tempat pelayanan KB diperbaiki, termasuk sarana-prasarana, dokter dan bidan yang harus dilatih,  sekarang ini revitalisasi dari sisi suplay telah selesai. Demand, yakni bagaimana (komitmen-red) pemimpin kita, yang sampai saat ini sudah mulai baik, namun infrastuktur seperti kuantitas dan kualitas PLKB, PKB dan kader-kader masih perlu ditingkatkan” jelas Sugiri.          
Ditunda 2 kali
 
Temu kader ini dipadati sekitar seribu peserta yang terdiri dari kader BKB, BKR, BKL, IMP dan Posyandu serta Toga/Toma berasal dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Morowali. Acara ini sedianya dirangkaikan dengan ulang tahun ke 12 Kabupaten Morowali yang jatuh pada bulan Desember 2011, namun dengan berbagai alasan teknis sehingga pelaksanaannya baru dapat terwujud pada Januari 2012.  
Sugiri, disela-sela sambutannya, memohon maaf atas terjadinya beberapa kali perubahan (penundaan) jadwal kedatangannya beserta rombongan disebabkan ada kegiatan-kegiatan sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan. “Kalau saya meninggalkan berbagai kegiatan itu, maka saya mungkin tidak akan menjadi kepala BKKBN lagi” seloroh Sugiri, yang langsung disambut tawa oleh pejabat yang duduk ditribun dan seluruh peserta yang hadir.
Atas nama BKKBN, Sugiri, juga saling bertukar cendera mata dengan Anwar Hafid, yang kemudian dilanjutkan Penandatanganan komitmen pemerintah Kabupaten Morowali untuk terus melanjutkan program KB didaerahnya.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Program Kependudukan dan KB Nasional Tahun 2012, oleh Kepala BKKBN kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, sebesar Rp. 9.948.630.000, kepada Bupati Morowali, sebesar Rp. 953.240.000, serta penyerahan secara simbolis BKB Kit kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Morowali, Ny. Sry Nirwanti Anwar Hafid, SP. bj*