Depan > Index Sekapur Sirih > TAHUN 2012 SEBAGAI TAHUN MENSEJAHTERAKAN RAKYAT
TAHUN 2012 SEBAGAI TAHUN MENSEJAHTERAKAN RAKYAT
Rabu, 18 April 2012

​Mengawali tahun baru 2012, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga tahun baru ini membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua.

Sesuai dengan ajakan Presiden RI, untuk menjadikan tahun 2012 sebagai tahun peningkatan capaian dan kinerja pemerintah yang semuanya ditujukan untuk mensejahterakan rakyat. Begitu juga kinerja BKKBN, dalam mengemban amanah UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga.

Tiada terasa, Revitalisasi Program KB, dengan melakukan penguatan kembali komitmen, baik dengan stakeholder dan mitra kerja BKKBN, sehingga sindiran masyarakat bahwa Pogram KB “Nyaris Tak Terdengar”, tak berlaku lagi, setelah selama hampir satu dasawarsa pernah terlupakan.

Para Pimpinan Daerah sejak dua tahun terakhir, berlomba menunjukkan komitmennya, menjadikan Program KB sebagai urusan wajib, berdampak menggeliatnya Program KB kembali. Tahun ini, BKKBN pun masih tetap akan memfokuskan pelayanan Program KB kepada keluarga miskin.Dengan sasaran utama kaum muda. Sebab, angka kelahiran keluarga kurang mampu, berada pada kisaran 3 anak per perempuan dan keluarga mampu 2,3 per perempuan.

Angka ini menyumbang signifikan terhadap  laju pertumbuhan penduduk Indonesia dan kualitasnya. Dengan jumlah anak banyak akan menurunkan kemampuan investasi sumber daya manusia. Akibatnya, tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat rendah.

Dulu, pada permulaan tahun Program KB, laju pertumbuhan penduduk 2,32 persen, kini, 1,49 persen. Dulu, sebesar 5,6, sekarang 2,6. Keberhasilan ini, berkat dukungan semua pihak.

Meski demikian, advokasi, penerangan dan motivasi harus dilakukan dengan gencar. Kegiatan program tidak boleh menjadi proyek pemerintah yang menggurui masyarakat, tetapi, seperti di masa lalu, merupakan tanggung jawab dan garapan banyak pihak secara bersama dalam gerakan Program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Pemerintah, nantinya  siap dan “nrimo” bertindak  sebagai fasilitator dinamis saja. Ketika masyarakat dan lingkungan mampu mandiri menggelorakan Program Kependudukan dan KB dengan didukung pemerintah setempat, baik dukungan dana maupun fasilitas lainnya. BKKBN  “siap mundur” ke belakang atau hanya memberikan pembinaan teknis manakala masyarakat sudah siap dan mampu menggerakkan program maupun  kegiatan secara mandiri.

Begitu pun, pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat. Kegiatan ini harus dipromosikan secara gencar, baik untuk pelayanan yang dilakukan oleh klinik pemerintah maupun oleh rumah sakit, dokter maupun bidan swasta. Pelayanan swasta secara mandiri tidak boleh diikat atau dibelenggu dengan berbagai izin karena alasan apapun.

Selain itu, kita akan melakukan reformasi birokrasi, terutama memperbarui seperti peraturan-peraturan penyusunan NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria-red), SPM, manajemen berbasis kinerja dan pengawasan aturan-aturan itu. Yang penting kemudian kalau kinerja bagus, akan dapat tunjangan kinerja. Semoga.

 

Terima kasih. Wasalamualaikum Wr.Wb.