Depan > Index Berita > GEBYAR GENRE WARNAI HARI KELUARGA XX DI KENDARI
GEBYAR GENRE WARNAI HARI KELUARGA XX DI KENDARI
Jumat, 28 Juni 2013

​KENDARI, bkkbn online

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof dr Fasli Jalal, PhD, SpGK  mengajak para remaja di Kendari untuk merencanakan masa depan dan menjadi generasi “smart” yang tahu kapan menyelesaikan pendidikan, kapan bekerja, dan kapan memulai kehidupan berkeluarga.
 
“Masa depanmu ada ditanganmu sendiri. Oleh karena itu, ayo kalian harus berusaha berperilaku sehat dan berakhlak mulia mulai saat ini,” kata Fasli di hadapan ratusan remaja dan orangtua dalam acara Gebyar Genre di Taman Kota Kantor Walikota Kendari, Rabu (26/6). Acara ini dalam rangka menyambut puncak acara Hari Keluarga XX Tingkat Nasional di Kota Kendari yang akan dihadiri oleh Wapres Budiono, pada 29 Juni 2013.
 
Fasli memaparkan ada tiga masalah besar yang dihadapi para remaja. Pertama, masalah perilaku sekualitas. Menurut penelitian oleh ANU dan UI, 2010, di Jakarta, Tengerang, dan Bekasi,  mengenai konsepsi pranikah, sebanyak 22,7 persen remaja perempuan di bawah usia 20 tahun mengalami kehamilan sebelum menikah.
 
Masalah kedua adalah NAPZA di kalangan remaja. Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), pelaku penyalahgunaan narkoba mencapai 32.743 orang, sebanyak 1.944 diantaranya adalah remaja pada kelompok usia 16-19 tahun dan sebanyak 5.056 adalah remaja pada kelompok usia 20-24 tahun.
 
Ketiga, adalah masalah HIV dan AIDS. Jumlah kasus HIV/AIDS per 1 Januari sampai dengan 30 September 2012 dilaporkan sebanyak 15.372 untuk HIV dan 3.541 untuk AIDS.  Sedangkan secara kumulatif sampai dengan 30 September 2012, kasus HIV sebesar 92.251 kasus dan terdapat 39.434 kasus AIDS.
 
“Untuk itu perlu dilakukan pencegahan sejak dini.  Untuk itu, program Genre harus dilaksanakan di lingkungan sekolah , perguruan tinggi, dan di lembaga kemasyarakatan serta komunitas-komunitas remaja.  Program Genre akan membantu para remaja dalam menyiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Fasli.
 
Melalui duta-duta Genre dan PIK Ramaja, para remaja dapat mengetahui tentang pendewasaan usia perkawainan (PUP) dan terhindar dari risiko triad kesehatan reproduksi remaja yaitu seksualitas, napza, HIV/AIDS).
 
Permasalahan yang terkait dengan tiga risiko kesehatan remaja itu terjadi karena adanya perubahan di sekitar lingkungan hidup remaja, antara lain, gaya hidup remaja yang semakin bebas (liberal), hubungan kehidupan dalam keluarga semakin renggang (disconnected), tuntutan sekolah yang semakin melahirkan persaingan antarsiswa dan mahasiswa, isi pesan media massa yang semakin permisif (serba boleh), dan pola hidup bermasyarakat yang semakin individualistis (sendiri-sendiri).
 
“Mari kita membantu remaja agar tidak menjadi korban dari tiga risiko kesehatan reproduksi dan mempunyai masa depan yang baik. Remaja di Kota Kendari saya harapkan dapat mengatasi berbagai pengaruh negatif, dan ikuti program Genre,” ajak Fasli.(kkb2)