Depan > Index Berita > BKKBN RAIH WTP
BKKBN RAIH WTP
Jumat, 28 Juni 2013

IMG-20130627-00364.jpg
Jakarta, (27/6): BKKBN mendapatkan opini BPK berupa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Opini tersebut didapatkan BKKBN sebagai hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan BKKBN tahun 2012. Hal ini adalah prestasi tersendiri bagi BKKBN karena merupakan peningkatan dari opini BPK atas laporan keuangan tahun 2011 yaitu Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP).

Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) Tahun 2012 dari Ketua BPK Drs. Hadi Purnomo, Ak di Auditorium BPK di Jakarta, Kamis (27/6). Penyerahan laporan tersebut dilakukan setelah Anggota III BPK Dr. Agung Firman Sampurna, SE, MSi mengumumkan LHP LKKL Tahun 2012 di Lingkungan Auditorat Keuangan Negara (AKN) III yang mencakup 37 entitas (K/L).
 
"Opini BPK berupa WTP ini merupakan pencapaian kedua kalinya bagi BKKBN sejak dilakukannya penilaian opini oleh BPK tahun 2006," demikian pernyataan resmi Fasli Jalal seusai menerima LPH LKKL Tahun 2012. Fasli Jalal melanjutkan, "Pada LKKL tahun 2006 - 2008 BKKBN mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Pada LKKL tahun 2009 BKKBN untuk pertama kalinya mendapatkan WTP. Namun selanjutnya (2010) menurun menjadi WDP. Tahun berikutnya (2011) meningkat menjadi WTP-DPP."
 
Terkait dengan prestasi BKKBN meraih WTP untuk LKKL 2012, Fasli Jalal mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Tim Pemeriksa BPK beserta mitra kerja BKKBN yang telah melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap program kependudukan dan KB serta pengelolaan keuangan di lingkugan BKKBN.
 
Saat ditemui wartawan seusai menerima LPH LKKL Tahun 2012, Fasli Jalal mengatakan bahwa ucapan selamat dan terima kasih lebih pantas disampaikan kepada para pendahulunya. "Keberhasilan (meraih WTP) ini adalah buah dari kerja keras BKKBN di bawah kepemimpinan Bapak Sugiri Syarief dan Pelaksana Tugas Kepala BKKBN (Subagyo dan) Sudibyo Alimoeso."
 
Fasli Jalal berharap BKKBN dapat mempertahankan opini WTP ini pada tahun-tahun yang akan datang. (Humas/AT)