Depan > Index Berita > FASLI JALAL, MANTAN WAKIL MENDIKBUD YANG KINI JADI KEPALA BKKBN
FASLI JALAL, MANTAN WAKIL MENDIKBUD YANG KINI JADI KEPALA BKKBN
Kamis, 13 Juni 2013
detikHealth-Jakarta, Tak seperti biasa, kantor pusat BKKBN di Jakarta sore ini ramai dihiasi rangkaian bunga. Para tamu bersetelan jas hitam rapi berkumpul di ruang auditorium gedung 1. Hari ini, Kepala BKKBN yang baru resmi dilantik.
 
Ya, sudah sepuluh bulan lamanya posisi orang nomer 1 di badan ini kosong. Selama masa itu, jabatan kepala BKKBN dipegang oleh Plt atau pelaksana tugas, Sudibyo Ali Moeso yang menjadi Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Kini penantian itu usai, sebab Prof dr H. Fasli Jalal SpGK, PhD akhirnya didaulat sebagai kepala BKKBN sejak dilantik hari ini, Kamis (13/6/2013).
 
Pelantikan ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi. Fasli yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2010- 2011 ini diharapkan dapat menggenjot pencapaian target kependudukan yang dirasa stagnan selama 10 tahun terakhir.
 
"Tugas dan fungsi organisasi BKKBN tidak hanya pada aspek keluarga berencana, akan tetapi jiga mencakup aspek kependudukan. Saat ini BKKBN dihadapkan pada tantangan berat masalah kependudukan di Indonesia, khususnya kuantitas penduduk," kata Menkes dalam sambutannya.
 
Hasil sensus penduduk tahun 2010 menemukan bahwa penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa. Angka ini melebihi 3,4 juta dari perkiraan awal dengan pertumbuhan jumlah penduduk 1,49 persen per tahun. Padahal target awalnya adalah menurunkan laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,27 persen per tahun.
 
Sementara itu, angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) yang ditargetkan sebesar 2,1 anak per wanita baru tercapai 2,6 anak per wanita. Sedangkan fertilitas remaja yang ditargetkan sebesar 30 per 1.000 wanita berumur 15- 9 tahun pada tahun 2014 masih sebesar 48 per 1.000 wanita.
 
Dangan track record dr Fasli yang merupakan seorang dokter gizi klinis dan banyak berkecimpung di bidang pendidikan dan program BKKBN sejak lama, Menkes yakin surat Keputusan Presiden No. 62/M/2013 tentang pengangkatan Kepala BKKBN yang sudah turun sejak 3 hari lalu ini sudah tepat.
 
"Saya kira dengan track record beliau yang sudah tak diragukan lagi dan begitu bagus, Bapak Presiden tidak salah pilih," kata Menkes.(pah/vit)