Depan > Index Berita > PEMBUATAN PETA WUS DAN PUS DIAKTIFKAN LAGI
PEMBUATAN PETA WUS DAN PUS DIAKTIFKAN LAGI
Minggu, 17 Maret 2013

​BEKASI, bkkbn online

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) akan mengaktifkan kembali pembuatan peta keluarga yang menampilkan pasangan usia subur (PUS) dan wanita usia subur (WUS).

Pendataan keluarga dan peta PUS dan WUS, dulu pernah dilakukan oleh kader PKK dan penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), namun saat ini hampir tidak ada lagi pemetaan keluarga. Akibatnya,  pekerjaan tidak mencapai sasaran yang tepat.

“Peta PUS dan WUS sangat penting karena kita akan tahu dimana saja ada ibu hamil, PUS nya ada berapa, WUS nya pakai kontrasepsi jenis apa, di rumah itu ada balitanya tidak. Peta keluarga ini dibuat per RT/RW agar mudah memantaunya,” kata Plt Kepala BKKBN Dr Sudibyo Alimoeso, MA, usai membuka Rakornas Kemitraan Program Kependudukan dan KB dengan TP PKK se-Indonesia di Bekasi, Jumat (15/3/2013) didampingi Irtama BKKBN Mike  Selfia Sangian dan Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi Hardiaanto.

Pendaatan keluarga dan pemetaan PUS dan WUS ini akan dilakukan bersama kader Dasawisma PKK. Dasawisma merupakan basis pembinaan terdepan PKK di masyarakat fokus pada 10 rumah saja jika digerakkan kembali akan berdampak luar biasa kepada keberhasilan program kependudukan dan KB. “Dasawisma dapat menggerakkan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat ke Posyandu,” kata Sudibyo.

Penggerakan masyarakat ini sangat penting, karena saat ini kader tidak boleh lagi membawa kontrasepsi ke rumah akseptor. “Kader dan PLKB hanya bisa mengajak dan memotivasi warga untuk pergi ke Posyandu, mengingatkan untuk mengulang kontrasepsi suntiknya, atau mengingatkan pil KB nya harus diminum setiap hari. Oleh karenanya, jika ada peta akan lebih mudah memantaunya,” kata Sudibyo.

Pemetaan ini akan digalakkan lagi utamanya akan segera dilakukan di 10 provinsi yang menjadi prioritas dengan penduduk besar yaitu Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan dua provinsi yang menjadi perhatian khusus yakni Papua dan Papua Barat.

Ketua IV TP PKK Pusat Hj Soesilawati Subekti mengatakan, kader Dasawisma sudah mempunyai data keluarga. Namun, dia setuju untuk meningkatkan lagi peran Dasawisma sebagai ujung tombak penggerakkan masyarakat.  “Kami sangat berharap kader-kader PKK bersama PLKB dapat lebih gencar lagi dalam penyuluhan dan memotivasi untuk mempercepat pencapaian program kependudukan dan KB Nasional menuju keluarga kecil bahagia sejahtera,” ujarnya.(kkb2)