Depan > Index Berita > 18 PROVINSI RAIH PENGHARGAAN BKKBN
18 PROVINSI RAIH PENGHARGAAN BKKBN
Kamis, 31 Januari 2013
​JAKARTA, bkkbn online
 
Sebanyak 18 provinsi memperoleh penghargaan dari Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) karena dinilai berhasil mengelola program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) yaitu secara konsisten berhasil menurunkan angka fertilitas (total fertility rate/TFR) atau dapat mempertahankan TFR, serta berhasil dalam melaksanakan advokasi dan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) program KB.
 
Menteri Koordintor bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono didampingi Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Plt Kepala BKKBN Sudibyo Alimoso, menyerahkan penghargaan kepada para Kepala Perwakilan BKKBN yaitu dari Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah,  Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulut, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Penyerahan penghargaan tersebut diberikan saat pembukaan Rakernas Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2013 di auditorium BKKBN Pusat, Jakarta, Rabu (30/1/2013) disaksikan oleh seluruh kepala perwakilan BKKBN dan ratusan mitra BKKBN.  “Penghargaan ini bukan karena perolehan peserta KB baru, tetapi untuk provinsi yang mampu mempertahankan dan menurunkan TFR,” kata Plt Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso.
 
Menurut Sudibyo, peserta KB baru harus terus dijaga agar tidak berhenti di tengah jalan. Sedangkan untuk mengurangi unmet need, maka perlu memenuhi kebutuhan sarana pelayanan KB dan jaminan tersedianya alat kontrasepsi.
 
Untuk memenuhi kontrasepsi yang sesuai dengan yang dibutuhkan, pihaknya akan menghidupkan kembali lembaga JKK (Jaminan Ketersediaan Kontrasepsi).  “JKK bukanlah BKKBN yang membentuk. JKK dibentuk oleh masyarakat yang peduli terhadap program KB. Anggotanya, bisa dari unsur PNS, karyawan swasta, wartawan. JKK ada di masing-masing daerah dan mereka akan memantau ketersediaan kontrasepsi dan dibutuhkan, “ ujarnya.(kkb2)