Depan > Index Berita > PEMKAB PONOROGO IMPLEMENTASIKAN UU 52/2009
PEMKAB PONOROGO IMPLEMENTASIKAN UU 52/2009
Selasa, 6 November 2012

​PONOROGO, bkkbn online

Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengimplementasikan Undang Undang nomor 52/2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Hal itu antara lain dengan merealisasi pembentukan Badan Keluarga Berencana Kabupaten Ponorogo dan sudah mendirikan UPT Badan Keluarga Berencana (BKB) di tingkat kecamatan.
 
Saat ini sudah ada 14 UPT BKB dan akan dibentuk 7 UPT lagi di tahun 2013. “Pembangunan UPT ini, dua diantaranya dibiayai APBD, sisanya dari dana DAK (dana alokasi khusus), tambahan tujuh lagi di tahun 2013 akan dibiayai dari DAK, sehingga di 21 kecamatan nanti ada UPT BKB,” kata Bupati Ponorogo H Amin, SH usai meresmikan UPT BKB Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (4/11/12).
 
Amin menegaskan, melaksanakan program KB bagi Pemkab Ponorongo adalah harga mati. Karena, program KB adalah cara untuk membangun keluarga sejahtera. “Ponorogo memang “cegeg” (top sekali – red). TFR-nya 1,98 dibawah TFR Jatim yang 2,01, dan TFR nasional yang 2,30. Sedangkan LPP nya 1,9 persen. Keseriusan Ponorogo mendorong masyarakat agar KB menjadi kebutuhan,” ujarnya.
 
Agar pelayanan KB bisa optimal, sebanyak 360 bidan di Ponorogo sudah dilatih memasang IUD. Namun, masih ada 109 bidan yang belum mendapatkan pelatihan memasang alat kontrasepsi. “Saya minta  BKKBN dapat segera melatih  para bidan yang belum dilatih itu,” kata Amin, di hadapan Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Hardiyanto dan Deputi Pengendalian Penduduk Wendi, saat menghadiri Gerebek Pasar Tradisional di Pasar Balong, Ponorogo, Jawa Timur.
 
Sementara Sekretaris Kabupaten Ponorogo Dr Agus Pramono, MM, mengatakan, komitmen dan keseriusan Pekab Ponorogo, tidak akan mengurangi anggaran APBD meskipun nanti di tahun 2013 akan mendapat tambahan PLKB dari pusat. Saat ini sudah ada 116 penyuluh lapangan KB (PLKB), dan masih membutuhkan 154 PLKB untuk memenuhi kebutuhan 307 desa. “Seperti ditegaskan Pak Bupati, meskipun kami tidak menambah anggaran, tetapi tidak akan mengurangi anggaran untuk program KB yang saat ini hanya sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar,” ujarnya.(kkb2)