Depan > Index Berita > DKI JAKARTA RANGKING I RAIH PESERTA KB BARU
DKI JAKARTA RANGKING I RAIH PESERTA KB BARU
Kamis, 23 Agustus 2012
​JAKARTA, bkkbn online- Pemerintah DKI Jakarta selama semester I Tahun 2012 telah mendapatkan peserta KB baru sebanyak 296.006 akseptor dari target sebesar 392.072 atau mencapai 75 persen. Jika dibandingkan dengan pencapaian peserta KB baru tingkat nasional, akseptor baru yang diperoleh DKI Jakarta menempati posisi pertama dari 33 provinsi.
 
Capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, pada periode yang sama, yaitu hanya 57 persen saja. “Percepatan ini karena adanya Pergub Nomor 162 Tahun 2010 dan diperkuat lagi dengan Keputusan Gubernur Nomor 2 Tahun 2012,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta H. Asep Syarifudin di Jakarta, Kamis (23/8).
 
Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tersebut merupakan salah satu upaya pengendalian penduduk. Targetnya, pada 2012 TFR (Total Fertility Rate) mencapai 1.80. Secara nyata target tersebut akan muncul pada SDKI 2012.
 
Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 162 Tahun 2010 mengamanatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membiayai program KB secara penuh antara lain dengan menggratiskan pemasangan kontrasepsi bagi peserta KB baru dan KB aktif di sejumlah rumah sakit pemerintah dan RS swasta, antara lain RSUP Fatmawati, RSPAU dr Esnawan Antariksa, RS Marinir Cilandak, RS Satya Negara, RS Puri Sehat Mandiri.
 
“Semua warga digratiskan memasang kontrasepsi, warga yang hanya berdomisili dengan keterangan RT setempat juga bisa dilayani. Tapi, meskipun gratis, tetapi layanan KB di bidan tidak anjlok, bahkan 60 persen capaian KB masih dilayani bidan,” ujarnya.
 
Sedangkan KepGub Nomor 2/2012 adalah sebagai pengakuan secara resmi Pembina Pembantu Keluarga Berencana tingkat RW (PPKB RW) yang jumlahnya mencapai 2.674 petugas. “Pengukuhan melalui keputusan gubernur memberi semangat para kader yang selama ini membantu petugas KB di lapangan lebih giat lagi mengajak masyarakat untuk ber-KB,” kata Asep.
 
Untuk mencegah kejadian drop out pemakaian kontrasepsi, para akseptor diarahkan agar menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang     terdiri dari IUD, implant, vasektomi, dan tubektomi. Perkembangan pencapaian peserta KB MKJP terhadap peserta KB baru meningkat dari 14,7 persen pada 2011 menjadi 16,8 persen pada 2012.
 
Peningkatan kepesertaan KB pria juga merupakan program yang dicanangkan di Provinsi DKI Jakarta. Pencapaian peserta KB baru pria terhadap total peserta KB baru di Tahun 2010 sebesar 6,7 persen, pada Tahun 2011 sebesar 7,4 persen, dan di Tahun 2012 sampai dengan Bulan Juni sebesar 7,8 persen.
 
Asep mengatakan, tugas BPMPKB semakin berat seiring dengan implementasi Undang Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. BPMPKB harus lebih fokus lagi menanganani soal kependudukan khususnya soal kuantitas.  Selama ini tugas BPMPKB meliputi pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan anak, dan keluarga berencana.(kkb2)