Depan > Index Berita > BERHASIL TEKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK, WALIKOTA JAKUT RAIH PENGHARGAAN MANGGALA KARYA KENCANA
BERHASIL TEKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK, WALIKOTA JAKUT RAIH PENGHARGAAN MANGGALA KARYA KENCANA
Kamis, 5 Juli 2012
​Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 04/06/2012. Jakarta. Keberhasilan Walikota Jakarta Utara H. Bambang Sugiyono dalam menekan pertumbuhan penduduk di wilayahnya membuat dirinya memperoleh penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarif,MPA dalam Puncak Acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat IX, Hari Kesatuan Gerak  PKK ke40, HARI KELUARGA XIX, serta HUT Kota Jakarta ke-485 tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2012 pada hari Rabu 4 Juli 2012 di Stadion Mini Rawa Badak Selatan, Koja Jakarta Utara.
 
Dalam sambutannya, Bambang menjelaskan keberhasilannya dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan pengaturan kelahiran di Jakut selama periodenya dibuktikan dengan sensus penduduk minus 0,69 persen.
 
“Seluruh warga Jakarta Utara untuk menyukseskan program KB. Sehingga keluarga sejahtera sebagai cermin kepribadian masyarakat perkotaan dapat terwujud”, himbau Pak Wali kepada masyarakatnya yang hadir.
 
Menurutnya, untuk membentuk keluarga mandiri dan sejahtera dibutuhkan ketahanan keluarga, sehingga dapat melahirkan generasi berkualitas. Dalam era persaingan global, diharapkan tetap focus membangun kesehatab reproduksi sehingga ketahanan keluarga menjadi semakin kokoh.
 
Sambutan Kepala BKKBN setelah menyematkan pin Manggala Karya Kencana kepada Walikota Jakarta Utara menyatakan bahwa masalah kependudukan tetap menjadi isu yang sangat penting dan mendesak, terkait dengan aspek pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk. Jika ketiganya dikaitkan dapat menjadi potensi terhadap ancaman ledakan penduduk kedepan.
 
“Jika kita renungkan bersama, rata-rata 3,5 – 4 juta tiap tahun atau hampir mencapai  10.000 bayi lahir setiap harinya”, ujar Sugiri.
 
Kondisi ini selayaknya menjadi perhatian seluruh komponen bangsa, karena permasalahan penduduk akan memicu persoalan sosial lainnya, sebut saja kesehatan penduduk, pendidikan, sulitnya memperoleh lapangan kerja. Dampak lain yang ada di Jakarta dapat dilihat dengan transportasi yang ruwet, sempitnya lahan pertanian, makin sulitnya mencari udara bersih, makin langkanya tempat bermain anak-anak dan keluarga, makin susahnya mengendalikan amukan massa dengan persoalan yang kecil sampai urusan keyakinan kepercayaan, makin seringnya kita melihat pemandangan banjir di berbagai wilayah. Ketidakseimbangan daya dukung alam dan daya tamping lingkungan suatu wilayah dapat berdanpak pada stabilitas keamanan, lanjut Sugiri.
 
Menurut mantan Sekjen KPK ini, Pemerintah Jakarta Utara dan Ketua TP PKK Kota Jakarta Utara telah melaksanakan Revitalisasi Program Kependudukan dan KB dengan optimal. Dengan 10 program pokok PKK melalui kelompok Dasa Wisma, Posyandu dan Ketangguhan semangat kadernya. Keterbatasan jangkauan BKKBN selama ini terutama ke daerah yang sulit mengakses informasi dan pelayanan dapat dibantu oleh kader PKK dan kader-kader KB Jakarta Utara. 
 
Acara juga menghadirkan hiburan, pelayanan publik, pengukuhan posyantek tingkat kota, penyerahan hadiah lomba dan bantuan, undian berhadiah, kegiatan sarasehan "Penangan KDKRT", pameran produk unggulan serta Pagelaran Wayang Golek dengan Dalang Asep Sunadar Sunarya diselingi kuis berhadiah dan pelatihan keterampilan demo masak serta tata rias. (MAS)